Kemaren Malam anak saya (David) demam, lumayan... 39 derajat celcius. David rada sulit tidur, lalu dia ngomong... "Papa...cita...!" (papa cerita) dan memberikan boneka peraga. Duh...malesnya..waktu itu sudah jam 11 malam, mata ngantuk, tetapi saya sambil tiduran cerita.
Tiba tiba anak saya berkata... "papa diri (berdiri) ceritanya.!"
"Duh nak, Papa capek, tiduran aja Papa ceritanya ya.!", jawabku.
Tiba-tiba ada pemahaman baru yang muncul dipikiran saya. Betapa saya akhirnya semangat dan mulai cerita dengan gaya, mimik wajah dan antusias yang luar biasa. Dan akhirnya David tertidur dengar cerita Papanya.
Saya merenung dan tak terasa meneteskan air mata. Bagaimana saya untuk tampil di depan orang lain yang hanya sekitar 35-45 menit saya persiapkan sedemikian rupa, mencari sumber referensi dari sana dan situ, humor yang mendukung, power story dan lain-lain, akan tetapi tuk mau cerita dalam posisi berdiri di depan anak saya sempat malas-malasan.
Malam itu saya memenangkan tantangan yang diberikan anak saya. Bagaimana saya sangat antusias mengalahkan antusias sharing di depan ribuan orang dan dari sekian banyak saya training maupun pelayanan, ini adalah penampilan yang paling sangat berkesan bagi saya. Setelah Tuhan, maka prioritas dalam hidup saya adalah Istri dan anak, dan saya tidak akan mempertaruhkan mereka atas nama dan tujuan apapun.
-*- Basler -*-







0 komentar:
Posting Komentar